Kamis, 09 April 2020

PENANGANAN VIRUS CORONA ( COVID 19 )

PENANGANAN VIRUS CORONA ( COVID 19 )



Virus corona atau corona virus merupakan sebuah jenis virus yang memiliki penampilan permukaan penuh dengan jarum runcing yang menyerang saluran pernapasan.
Asal usul wabah ini berasal dari wilayah kota wuhan,tiongkok,atau pun dari pasar -pasar ikan yang ada di wilayah setempat.
Penyebaran virus ini melalui tetesan cairan yang dikeluarkan individu yang telah terjangkit saat batuk dan bersin.

Apa yang disebut dengan Virus corona?

Virus corona adalah sebuah keluarga virus yang ditemukan pada manusia dan hewan. sebagian virusnya dapat mengingeksi manusia serta meyebabkan berbagai peyakit, mulai dari peyakit umum seperti flu, hingga penyakit-penyakit yang lebih fatal, seperti Middle East Respiratory Svndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Avndrome (SARS)

Bagaimana proses peyebaran Virus corona?



Seringkali Virus ini menyebar antara manusia melalui tetesan cairan dari mulut dan hidug saat orang yang terinfeksi sedang batuk dan bersin, mirip dengan cara penularan prnyakit flu, tetes cairan dari mulut dan hidung pasien tersebut bisa jatuh dan tertinggal pada mulut dan hidung orang lain yang berada di dekatnya, bahkan dihisap dan terserap ke dalam paru-paru melalui hidung.

 Pencegahan dan pengobatan 


Hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk mencegah seseorang terinfeksi Virus corona. cara terbaik untuk melindungi diri kita adalah dengan menghindari kondisi atau tempat dimana berpotensi terpapar Virus tersebut. sebuah lembaga pencegahan penyakit di amerika. Center For Disease Control and Prevention (CDC) meyarankan anda sejumlah hal-hal di bawah untuk  mencegah penyebaran penyakit pernapasan, yaitu:

  • penyebaran cuci tamgan menggunakan air dan sabun paling tidak selama 20 detik, terutama sebelum anda keluar kamar mandi;sebelum makan; dan setelah anda buang ingus, atau batuk, atau bersin.
  • jika air dan sabun tidak tersedia, gunakanlah pembersih tangan alkohol dengan kandungan alkohol sebayak minimal 60%
  • hindari menyentuh wajah sebelum anda cuci tangan 
  • hindari kotak dekat dengan orang-orang sakit
  • tinggal di rumah jika anda sakit
  • tutupi mulut anda saat batuk dan bersin dengan menggunakan tisu 
  • perbanyak membersihkan barang-barang anda serta perabotan di rumah anda 
Perkembangan gejala Virus corona pada pasien 

Perlu dicatat, bahwa penghituan hari di sini mulai sejak kemunculan gejala, bukan sejak terinfeksi. sebab penyakit Covid-19 memiliki masa inkubasi di mana pasien yang sudah terinfeksi belum menunjukan gejala.

Hari ke-1: kemunculan  gejala, biasanya pasien mengalami demam tinngi, kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering. sebagian orang juga mengalami diare atau mual pada sehari atau dua hari hari sebelumnya.

Hari ke-5: muncul kesulitan bernapas, khususnya bagi pasien yang berusia tua atau memiliki penyakit penyerta.

Hari ke-7: pasien mulai dirawat di rumah sakit.

Hari ke-8: untuk pasien yang mengalami kasus parah, mereka akan merasakan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), ARDS merupakan sebuah penyakit yang terjadi ketika cairan menutupi paru-paru dan bisa berujung fatal.

Hari ke-10: jika gejala semakin memburuk, kemungkinan besar pasien akan dipindahkan ke ruang ICU. Mereka mungkin akan kehilangan nafsu makan dan mengalami sakit perut yang lebih parah dari pada pasien dengan gejala ringan sebagian kecilnya meninggal dunia.

Hari ke-17: rata-rata pasien yang sembuh diizinkan pulang dari rumah sakit pada hari ke-17 atau sekitar 2,5 minggu sejak gejala pertama kali muncul.

Virus corona berkembang cepat dari pneumoniaa biasa

Ciri-ciri Virus corona hampir mirip dengan pneumonia. namun, paras Lakhani, seorang ahli radiologi di Thomas Jefferson University, berkata bahwa Covi-19 bisa dibedakan dengan pneumonia bila dilihat dari bagaimana gejalanya semakin memburuk dari waktu ke waktu.
"pneumonia biasanya tidak berkembang dengan cepat. kebayakan rumah sakit akan merawat pasien (pneumonia) dengan memberikan antibiotik,kemudian pasien (pasien) akan menjadi lebih stabil" jelas Lakhani akan tetapi, pasien Virus corona bisa menjadi lebih parah bila mereka diobati dengan cairan atau steroid, bahkan dalam sebuah kasus, seorang wanita berusia 33 tahun justru mengalami kondisi yang lebih parah sejak tiga hari dirawat di rumah sakit Lanzhou





Tidak ada komentar:

Posting Komentar